Sesi 12
DIAGNOSIS BERHALA
Diskusi seputar berhala-berhala zaman sekarang cenderung hanya dilakukan separuh jalan. Diagnosis yang dilakukan hanya sebatas pada gejala-gejala yang tampak dari luar saja. Sebagai contoh, jenis-jenis berhala yang disorot adalah uang, popularitas, karier, penampilan fisik, dan sebagainya. Walaupun semua ini memang tergolong berhala (Matius 6:24), semua ini, dalam banyak kasus, bukan berhala utama. Manusia menggunakan semua itu untuk memberi makan berhala lain yang lebih utama.
Beragam kasus dapat dipaparkan untuk mendukung kebenaran di atas. Ada orang yang mencari uang sebanyak-banyaknya supaya dia bisa menikmati kesenangan dan kenyamanan (berhala kenyamanan). Ada pula yang begitu memelihara penampilan diri supaya mendapatkan penerimaan dari orang lain (berhala penerimaan). Yang lain lagi berusaha begitu keras untuk mengejar prestasi hanya untuk memperoleh pengakuan dari orang lain (berhala pengakuan). Jadi, yang perlu diamati bukan hanya apa yang tampak dari luar (apa yang dikejar), tetapi juga apa yang mendorong dari dalam (berhala ultimat yang diberi makan).
Jenis berhala seseorang dipengaruhi oleh beragam faktor, misalnya pola asuh, pengalaman traumatis, atau kecenderungan kepribadian. Faktor ini perlu diketahui dan ditangani, supaya pembebasan berhala benar-benar radikal (perubahan hati), bukan hanya tambal sulam (perubahan perilaku). Dalam sesi ini, kita hanya belajar untuk mendiagnosis berhala dan menyadari kemungkinan penyebabnya. Proses pembebasan yang lebih utuh memerlukan tindak lanjut yang lebih mendalam dan berkesinambungan.
Untuk mendiagnosis jenis berhala dan menyadari kemungkinan penyebabnya, kita perlu menyadari sebuah prinsip penting: inti dari semua persoalan adalah persoalan hati (the heart of all problems is the problem of the heart). Hati manusia begitu licik dan sukar untuk dipahami (Yeremia 17:9). Dari hati muncul segala kejahatan (Matius 19:19). Walaupun mendiagnosis hati bukan tugas yang mudah, dengan pertolongan Roh Kudus kita dapat mengenali berhala-berhala dalam diri kita dengan mengajukan beberapa pertanyaan ini kepada diri sendiri dan berusaha menjawabnya dengan jujur.
Pertama, Apa yang paling sering mengisi pikiran kita? Ke mana pikiran seseorang sering tertuju, di situ terletak berhala orang itu. Jika yang dipikirkan terus-menerus adalah X, maka berhala orang itu mungkin X atau hal lain yang terkait erat dengan X. Sebagai catatan, yang disorot di sini bukan hanya “apa” (topik yang dipikirkan) tetapi sekaligus “bagaimana” (intensitas pemikirannya).
Kedua, Apa yang paling kita cintai? Siapa kita seringkali ditentukan oleh dan dapat dikenali dari apa yang paling kita cintai. Apa yang kita cintai dapat terlihat dari apa yang kita paling cari atau hargai. Jika kita memiliki segala kuasa untuk mendapatkan apa saja dan kita hanya boleh memiliki satu hal saja, kira-kira apa yang kita ingin dapatkan?
Ketiga, Apa yang paling kita takuti? Ketakutan kita yang terbesar merupakan petunjuk ke arah apa yang paling bermakna bagi kita. Yang dimaksud dengan ketakutan di sini adalah takut kehilangan sesuatu atau takut mengalami suatu keadaan. Kita mungkin merasa kurang berharga atau kurang aman apabila kita tidak mendapatkan sesuatu atau kehilangan sesuatu.
Keempat, Apa yang terungkapkan secara berlebihan dalam diri kita? Salah satu indikator penting dalam diagnosis hati adalah respons yang berlebihan. Sebuah keadaan atau peristiwa yang sama dapat disikapi secara berbeda oleh orang yang berbeda, karena kondisi hati mereka terhadap keadaan atau peristiwa tersebut memang berbeda. “Berlebihan” di sini bisa dari sisi waktu (terlalu cepat memberikan respons terhadap sesuatu, alias “reaktif”), cara (terlalu emosional dalam menyikapi sesuatu, misalnya marah berlebihan atau senang berlebihan), maupun frekuensinya (terus-menerus menyoal peristiwa, tindakan, atau keadaan yang sama).
AYAT HAFALAN
Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal! - Mazmur 139:23-24.
PERENUNGAN PRIBADI DAN BERBAGI CERITA
1. Bagaimana konsep Anda dahulu tentang berhala? Bagaimana materi di sesi ini mengoreksi, menajamkan, atau memperkaya konsep tersebut? Jelaskan.
2. Pelajarilah tabel diagnosis berhala yang ada di lampiran. Berhala mana yang paling dominan dalam diri Anda? Peristiwa apa dalam hidup Anda yang memengaruhi munculnya berhala seperti itu?
3. Bagaimana Injil menjadi jawaban atau pemenuhan atas pergumulan Anda di atas? Terangkan.