Sesi 2
DAMPAK INJIL DALAM KEHIDUPAN
Jadi, apakah yang dimaksud dengan Injil? Injil berbicara tentang kematian Kristus yang menyelesaikan persoalan terbesar manusia – yaitu dosa – dan kebangkitan Kristus yang mengalahkan ketakutan terbesar manusia – yaitu kematian.
Karya penebusan ini bersifat sempurna dan beranugerah. Sempurna, karena Kristus hanya mati sekali untuk selamanya dan tidak ada yang perlu kita tambahkan lagi pada penebusan-Nya. Beranugerah, karena Kristus mati bagi kita ketika kita masih lemah, berdosa, dan memusuhi Allah (Roma 5:6-8).
Dari Injil kita mengalami 5 (lima) dampak utama:
Kebenaran: kebenaran Kristus diperhitungkan menjadi kebenaran kita (Roma 3:21-24) Ketaatan Kristus yang sempurna menggantikan kegagalan kita dalam menaati hukum Taurat. Berdasarkan kesempurnaan Kristus tersebut, status kita bukan lagi sebagai orang berdosa melainkan orang yang dibenarkan.
Penerimaan: darah Kristus mendamaikan kita dengan Bapa (Roma 5:10) Orang-orang berdosa pada dasarnya adalah musuh Allah, jauh dari Allah, dan layak dihukum oleh Allah. Namun, melalui karya penebusan Kristus, kita diperdamaikan dengan Allah. Karena Kristus, Allah menerima kita, apa adanya, sekalipun kita masih berdosa.
Pengakuan: kita diangkat sebagai anak-anak Allah (Roma 8:15-16) Untuk mengubah musuh-musuhNya menjadi anak-anak-Nya, Allah mengorbankan Anak-Nya yang tunggal. Kita adalah anak-anak yang dikasihi-Nya berdasarkan karya Kristus, bukan perbuatan baik kita sendiri. Sebagai respon, kita bukan lagi hamba yang menaati Allah karena ketakutan, tapi anak yang menaati Allah karena kasih.
Penghargaan: kita dibayar dengan harga yang mahal (1 Petrus 1:18-19) Dosa membuat kehidupan manusia hina dan sia-sia. Oleh karena anugerah-Nya, Kristus membayar kita dengan darah yang mahal. Kita berharga bukan karena apa yang kita punya atau apa yang kita lakukan, melainkan karena apa yang Kristus lakukan bagi kita.
Ketenangan: tidak ada yang bisa merampas kita dari tangan Allah (Yohanes 10:28-29) Kasih-Nya yang berdaulat dan kedaulatan-Nya yang penuh kasih, membuat kita memiliki ketenangan dan keamanan. Kepastian ini tidak ditentukan oleh perasaan maupun keadaan kita.
Semua berkat rohani ini seharusnya memengaruhi kehidupan kita dalam banyak hal. Sebagai contoh, kita tidak mencari penerimaan dan pengakuan dari orang lain. Pencitraan dan kemunafikan tidak lagi menjadi opsi gaya hidup bagi kita. Deretan contoh ini masih bisa diperpanjang lebih jauh lagi. Cukuplah untuk mengatakan bahwa penebusan Kristus seyogyanya mengubah seluruh kepribadian kita: pikiran, perasaan, dan kehendak.
AYAT HAFALAN
Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka. - 2 KORINTUS 5:15
PERENUNGAN PRIBADI DAN BERBAGI CERITA
1. Bagaimana selama ini Anda mendefinisikan maupun memahami Injil dalam kehidupan Anda?
2. Di antara 5 (lima) dampak Injil, poin mana yang Anda paling sukar pahami atau terima sepenuh hati? Mengapa?
3. Diagnosis (selama satu minggu) wujud konkrit dari kegagalan Anda di pertanyaan kedua, baik dalam hal pikiran, perasaan, maupun perbuatan.