Kembali Unduh PDF
Materi DG-1 (BePI)

04 Gaya Hidup yang Berpusat pada Injil 2 Keberhargaan Kristus

Sesi 4

GAYA HIDUP YANG BERPUSAT PADA INJIL (2)

KEBERHARGAAN KRISTUS

Sesuai dengan definisi di bab sebelumnya, gaya hidup yang berpusat pada Injil berarti merayakan penebusan dan keberhargaan Kristus bagi kita dengan cara menjadikan Injil sebagai cara pandang, dorongan, teladan, dan kekuatan dalam melakukan apa pun. Bab ini akan menyoroti poin kedua dalam definisi tadi, yaitu keberhargaan Kristus. Bayangkan seandainya kita berada di halaman Bait Allah pada masa dahulu. Di depan kita ada puluhan pedagang domba untuk kurban penghapus dosa. Di situ ada satu anak domba yang sempurna. Jika anak domba ini dijual untuk dikurbankan demi penyucian dosa-dosa kita – seluruhnya dan selamanya, berapa banyak uang yang kita rela bayarkan untuk mendapatkannya?

Alkitab berkali-kali mengungkapkan tentang keberhargaan Kristus. Dia lebih berharga daripada segala pekerjaan kita. Ketika murid-murid dipanggil untuk mengikuti Dia dan menjadi penjala manusia, mereka langsung meninggalkan segala sesuatu dan bergegas mengikuti Dia (Matius 4:18-22; Lukas 5:11, 28). Dalam konteks masa itu, sangat sulit untuk mengikuti ke mana saja Yesus pergi kalau masih terikat dengan pekerjaan tertentu. Pilihan harus dibuat. Murid-murid telah mengambil keputusan yang tepat.

Kristus juga lebih berharga daripada semua harta. Yesus menggambarkan Kerajaan Surga seperti harta terpendam atau mutiara yang indah (Matius 13:44-46). Ketika seseorang menemukannya, dia rela menjual seluruh miliknya demi mendapatkan harta dan mutiara tersebut. Murid-murid juga rela meninggalkan sesuatu untuk mengikuti Yesus (Matius 19:27//Markus 10:28). Jemaat mula-mula tetap bersukacita walaupun mereka dihina dan disiksa, bahkan harta mereka dirampas (Ibrani 10:33-34).

Kristus juga lebih berharga daripada keluarga kita. Bagi banyak orang pada abad ke-1 Masehi, mengikut Yesus bisa berarti perpisahan (bahkan permusuhan) dengan keluarga. Mereka harus siap untuk dimusuhi dan dianiaya oleh anggota keluarganya sendiri (Matius 10:34-36). Itulah sebabnya Yesus dengan tegas memeringatkan orang-orang yang ingin mengikuti-Nya,: “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku” (Matius 10:37).

Kristus bahkan lebih berharga daripada nyawa kita sendiri. Tidak seperti juru kampanye pemilu yang mengumbar janji-janji manis, Yesus dari awal memilih untuk jujur. Ada tantangan berat dan harga yang dibayar jika ingin mengikuti Dia. Setiap pengikut Kristus harus rela menyangkal diri, memikul salib dan terus-menerus mengikuti Yesus (Matius 16:24). Memikul salib di sini jelas bukan sekadar menderita, tetapi menderita sampai mati sekalipun (Matius 16:21, 25-26). Entah berapa ribu orang Kristen di abad ke-1 Masehi yang sudah kehilangan nyawa demi pengiringan mereka kepada Kristus. Stefanus ada di deretan pertama di daftar panjang tersebut (Kisah 7:54-60).

Semua harga mahal ini masih sangat relevan bagi orang-orang Kristen yang tinggal di daerah-daerah tertentu. Berbagai laporan misi di banyak negara menunjukkan bahwa ancaman, tekanan, siksaan, bahkan kematian bukanlah hal yang jauh bagi orang-orang Kristen. Mereka benar-benar diperhadapkan pada pilihan yang sukar. Puji Tuhan! Banyak di antara mereka yang menyadari dan mengalami keberhargaan Kristus bagi mereka. Mereka mau membayar harga demi pengiringan kepada Kristus.

AYAT HAFALAN

Memang kamu telah turut mengambil bagian dalam penderitaan orang-orang hukuman dan ketika harta kamu dirampas, kamu menerima hal itu dengan sukacita, sebab kamu tahu, bahwa kamu memiliki harta yang lebih baik dan yang lebih menetap sifatnya - Ibrani 10:34

PERENUNGAN PRIBADI DAN BERBAGI CERITA

1. Bagaimana tanggapan Anda terhadap prinsip: “Apapun yang kita berikan bagi Tuhan bukanlah sebuah pengurbanan, melainkan kehormatan”?

2. Harga mahal apa yang pernah Anda bayar demi pengiringan terhadap Yesus?

3. Jika Anda harus kehilangan sesuatu demi Kristus, kehilangan apakah yang mungkin menjadi paling berat untuk Anda?