Sesi 9
KEROHANIAN YANG BERPUSAT PADA INJIL
Hampir semua orang Kristen mungkin setuju bahwa pertumbuhan rohani adalah sangat penting. Kita tidak boleh menjadi bayi rohani yang mudah dipengaruhi oleh dunia (1 Korintus 3:1-2). Setiap orang perlu mengejar kesalehan (1 Timotius 6:11).
Sayangnya, tidak semua orang memiliki konsep kerohanian yang benar. Alkitab menyediakan beberapa contoh tentang hal ini. Bangsa Yahudi sangat giat bagi Allah tetapi tanpa pengetahuan yang benar (Roma 10:2). Orang-orang Farisi memamerkan disiplin rohani mereka untuk mendapatkan pujian dari manusia (Matius 6:1-18). Para pengajar sesat di Kolose bahkan rela menjauhkan diri dari semua kesenangan duniawi, tetapi hanya untuk memuaskan kesombongan mereka (Kolose 2:18, 20-23). Semua orang ini dari luar mungkin terlihat begitu spiritual. Ternyata semua tanda kerohanian ini adalah semu dan menyesatkan.
Kerohanian yang sejati tidak dapat dipisahkan dari Kristus. Tidak ada kerohanian yang sehat tanpa Kristus diletakkan sebagai pusat. Dengan kata lain, kerohanian sejati harus berpusat pada Injil.
Pertama, tujuan kerohanian adalah keserupaan dengan Kristus. Semua karya keselamatan yang dilakukan Allah dari kekal ditujukan untuk hal ini (Roma 8:29 “sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan dari semula untuk menjadi semakin serupa dengan gambaran Anak-Nya”). Selama menghidupi keselamatan, kita terus-menerus diserupakan dengan Kristus (2 Korintus 3:18; Kolose 3:10).
Kedua, pertumbuhan rohani mencakup pengetahuan dan iman yang benar kepada Kristus. Paulus menerangkan bahwa pertumbuhan tubuh Kristus ditandai dengan “sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus” (Efesus 4:12). Poin ini perlu digarisbawahi karena ada injil palsu (Galatia 1:6-10) dan Kristus yang lain (2 Korintus 11:1-4) yang beredar di mana-mana. Tanpa mengenal Kristus dengan benar, bagaimana kita bisa menjadi serupa dengan Dia? Kerohanian yang sehat dihasilkan dari teologi yang tepat dan kuat.
Ketiga, pertumbuhan rohani dilandaskan pada kesempurnaan karya penebusan Kristus. Kesalehan manusia seperti kain kotor di hadapan Allah (Yesaya 64:6). Tidak ada seorangpun yang bisa dibenarkan di hadapan karena perbuatan baik (Roma 3:20). Allah menyelamatkan kita bukan berdasarkan perbuatan baik kita, melainkan iman kita kepada Kristus (Galatia 2:16). Kebenaran-Nya diperhitungkan oleh Allah sebagai kebenaran kita (Roma 10:4). Tidak ada perbuatan baik yang bisa menambah kasih Allah pada kita dan tidak ada dosa yang bisa mengurangi kasih Allah pada kita. Penerimaan Allah atas kita ditentukan oleh karya penebusan Kristus, bukan usaha kita.
Terakhir, pertumbuhan rohani membutuhkan disiplin rohani. Kesempurnaan karya Kristus bukan dalih untuk bersikap santai dan ceroboh dalam kerohanian. Paulus menasihati Timotius: “Latihlah dirimu beribadah” (LAI:TB). Secara hurufiah, teks ini berarti “latihlah dirimu untuk kesalehan”. Ada ide tentang kedisiplinan di balik kata “latihlah” (NASB discipline yourself for the purpose of godliness). Walaupun disiplin rohani bukan ukuran dan tujuan, tetapi disiplin rohani merupakan sarana yang tak terelakkan bagi pertumbuhan kerohanian. Ibadah bersama, doa pribadi, pembacaan Alkitab, dan pelayanan merupakan sarana anugerah bagi pertumbuhan kita.
AYAT HAFALAN
sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus - Efesus 4:13
PERENUNGAN PRIBADI DAN BERBAGI CERITA
1. Apa saja perbedaan antara kerohanian yang berpusat pada Injil dengan konsep kerohanian yang selama ini Anda miliki? Jelaskan.
2. Apakah Anda cenderung merasa diri sudah cukup rohani atau sebaliknya sangat tidak layak untuk dikasihi? Bagaimana persandaran pada kesempurnaan karya penebusan Kristus dapat menolong Anda mengatasi kecenderungan itu?
3. Apa saja halangan bagi Anda untuk melakukan disiplin rohani? Apa yang mau Anda lakukan untuk mengatasi halangan tersebut?