Sesi 11
MENANG ATAS BERHALA K ONTROL
Seperti dalam pembahasan-pembahasan sebelumnya, “kontrol” pada dirinya bersifat netral, bahkan bisa positif. Sejak awal Alkitab menampilkan Allah sebagai pengontrol atas kekacauan (Kej. 1:2). Allah bahkan menetapkan manusia untuk mengurusi Taman Eden (Kej. 2:15). Manusia diberi tugas untuk mengusahakan dan memilihara taman itu.
Situasi yang baik ini tidak bertahan lama. Manusia digoda untuk menjadi seperti Allah yang tahu membedakan yang baik dan yang jahat. Menjadi seperti Allah lebih ke arah kuasa, sedangkan menentukan yang baik dan yang jahat ke arah kontrol. Kalau sebelumnya Allah yang berhak untuk menentukan “baik” (Kej. 1:4, 8, 12, 18, 21, 25, 31) atau “tidak baik” (Kej. 2:18), sekarang manusia menginginkan otonomi moral tersebut. Bahkan ketika mereka mendapati diri mereka telanjang akibat dosa, mereka berusaha menyelesaikan permasalahan ini dengan usaha sendiri. Mereka membuat pakaian dari daun ara (Kej. 3:7). Mereka bersembunyi dari TUHAN (Kej. 3:8).
Dari penjelasan di atas terlihat bahwa sekilas berhala kontrol bersentuhan dengan berhala kuasa. Perbedaannya terletak pada beberapa hal. Berhala kuasa biasanya makro, kontrol lebih mikro. Berhala kuasa lebih ke arah pengaruh (dominasi), kontrol lebih ke pengaturan detail. Berhala kuasa lebih dominan ke orang, kontrol ke prosesnya. Jadi, berhala kontrol dapat didefinisikan sebagai berikut: “Keinginan yang berlebihan untuk mengontrol sebanyak mungkin variabel kehidupan (baik orang, benda maupun peristiwa) dan menghilangkan sebanyak mungkin ketidakpastian sehingga mendatangkan rasa nyaman dan aman.” Bagaimana kita dapat menang atas berhala kontrol?
Pertama, mengamati gejala untuk mendiagnosis akar persoalan. Gejala yang muncul dari berhala kontrol antara lain perfeksionis, overposesif, terlalu detail, tidak nyaman dengan kesalahan-kesalahan “kecil,” terlalu mekanis. Berhala ini bisa muncul karena pola asuh yang salah (misalnya, orang tua yang terlalu permisif atau mengontrol) maupun pengalaman traumatis (misalnya, menjadi korban akibat kesalahan “kecil” atau kelalaian orang lain).
Kedua, membawa luka dan kekuatiran pada Kristus. Injil sangat berkaitan dengan kontrol. Ketika berada di Getsemani dan merasa sangat takut (Mat. 26:38), Yesus diperhadapkan dengan godaan kontrol. Apakah Dia akan mengendalikan keadaan sehingga penyaliban tidak terjadi? Ternyata tidak. Kristus tetap memilih untuk melepaskan kontrol atas hidup-Nya dengan berdoa: “tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki” (Mat. 26:39). Walau dengan satu kalimat: “Akulah Dia” Kristus mampu membuat semua penangkap-Nya berjatuhan ke tanah (Yoh. 18:6), Dia tetap membiarkan diri-Nya ditangkap oleh mereka.
Ketiga, bertobat dari kesombongan terselubung. Kekuatiran kadang bukan tanda kelemahan tetapi sebaliknya tanda kesombongan. Orang yang kuatir merasa diri mampu mengatur hidupnya lebih baik daripada TUHAN. Petrus mengaitkan kesombongan dengan kekuatiran (1Pet. 5:6-7 “Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu). Terjemahan hurufiah dari teks ini mengajarkan bahwa menyerahkan kekuatiran merupakan anak kalimat yang menerangkan ketundukan pada Allah di bagian awal. Maksudnya, tidak kuatir merupakan salah satu wujud kerendahhatian dan persandaran pada Allah.
Keempat, belajar fleksibel berdasarkan pola pikir yang esensial dan intensional. Kelemahan orang yang memberi makan berhala kontrol adalah terlalu fokus pada sistem (organisasi/administrasi) sehingga melupakan tujuan (organisme/relasi). Pendekatannya terlalu kaku dan kering. Kecenderungan buruk ini dapat dikikis dengan melatih pola pikir esensial, yaitu menanyakan apa yang terpenting dalam semua detail yang ada. Tidak semua hal adalah penting dan perlu dirisaukan. Melatih fleksibilitas merupakan latihan yang tepat.
Kelima, berdamai dengan situasi yang tidak ideal. Banyak hal tidak ditaruh oleh TUHAN ke dalam tangan kita. Tujuannya adalah untuk melatih iman dan persandaran kita pada Dia. Kita tidak perlu memastikan segala sesuatu baru merasa tenang. Selalu ada faktor X yang berada di luar prediksi dan kompetensi kita. Jangan seperti Gideon yang selalu ingin memastikan segala sesuatu melalui permintaan berbagai tanda (Hak. 7:1-7). Tanpa bermaksud meremehkan nilai penting rencana yang matang, kita seringkali perlu belajar untuk berjalan dengan iman.
Keenam, berlatik mendelegasikan tugas dengan supervisi minimal. Panggilan TUHAN untuk kita bukan mengontrol orang lain sehingga terjadi ketergantungan, melainkan melatih mereka sedemikian rupa sehingga terjadi perkembangan dan kemandirian. Tujuan ini akan lebih mudah dicapai apabila kita belajar memberi “ruang kesalahan” yang cukup lebar bagi orang lain. Setiap orang membutuhkan proses dan memiliki kecepatan proses yang berlainan. Yang penting kita belajar merayakan progres dalam diri orang lain, walau belum seperti yang kita harapkan.
Terakhir, melangkah ke luar dari zona nyaman. Berhala kontrol biasanya dekat dengan berhala kenyamanan. Keduanya sama-sama susah untuk merengkuh hal-hal baru, apalagi yang berpotensi menambah masalah. “Masalah” bagi berhala kenyamanan adalah penderitaan dan kesusahan. “Masalah” bagi berhala kontrol adalah ketidakpastian dan kekacauan. Berhala kontrol dapat dikikis jika seseroang berani menerima tantangan berupa target yang baru dan tugas yang di luar keahlian. Meletakkan diri di bawah supervisi orang lain (terutama yang berpikiran makro dan intuitif) juga akan menjadi latihan yang baik bagi mereka yang bergumul dengan berhala kontrol.
AYAT HAFALAN
5 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. 6 Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. - Amsal 3:5-6
PERENUNGAN PRIBADI DAN BERBAGI CERITA
1. Antara 0 – 10 seberapa besar godaan berhala kontrol ada pada diri Anda? Jelaskan!
2. Di antara 7 langkah di atas, mana yang paling sukar Anda lakukan?
3. Pikirkan perubahan kecil dan konkrit pada pekerjaan atau pelayanan Anda yang akan Anda lakukan seminggu ke depan untuk mengikis berhala kontrol!